Danau 3 Warna

Posted: December 7, 2011 in All News

Nusa Tenggara Timur – Danau Tiga Warna di Gunung Kelimutu, yang terkenal hingga penjuru dunia, terletak 60 kilometer dari Kabupaten Ende, tepatnya di Moni. Kawah di puncak Kelimutu telah lama menjadi andalan pariwisata di Nusa Tenggara Timur. Namanya terkenal bahkan hingga ke berbagai belahan dunia, terutama melalui word of mouth para wisatawan asing yang pernah melancong ke sana. Bentuknya mirip danau membuat sisa kawah ini pun disebut Danau Kelimutu atau Danau Tiga Warna. Berada di lahan sekitar 5.000 hektare, sejak 1967 kawasan ini ditetapkan pemerintah sebagai taman nasional.

Tak ada catatan pasti kapan danau tiga warna ini mula-mula ditemukan penduduk setempat. Warna airnya berubah-ubah dari masa ke masa. Namun, kelir air danau paling terkenal adalah merah, putih, dan biru. Inilah warna yang biasa dinyanyikan anak-anak sekolah dasar di berbagai belahan Pulau Flores. Dari masa ke masa, warna ini berubah-ubah sesuai musim, cahaya matahari, serta aneka perubahan kimiawi di dasar kawah.

Van Schuktelen, warga negara Belanda, yang mula-mula ‘membuka’ informasi danau tiga warna ini ke dunia luas pada 1915. Keindahan Kelimutu kian tersiar setelah Y. Bouman, juga seorang pelancong Eropa, menuliskannya pada 1929. Sejak saat itulah turis asing mulai berdatangan. Misionaris asing di Flores turut membawa kabar tentang danau unik ini ke belahan Eropa dan negeri lain. Belum lagi peneliti yang amat tertarik mencari tahu penyebab fenomena alam yang amat langka ini.

Indah, tenang, dan mistis, air danau terbentang jauh di dasar kawah dalam warna hijau,biru dan hitam. Di Ende Lio, penduduk menyebut ketiga danau ini sebagai Tiwu Ata Mbupu (danau orang tua), Tiwu Nua Muri Ko’o Fai (danau muda-mudi), dan Tiwu Ata Polo (danau tukang tenung) yang dikenal angker. Tiwu Ata Polo dan Tiwu Nua Muri hanya dipisahkan dinding terjal selebar 15-20 meter.Dinding ini dahulunya bisa dilalui orang tetapi sekarang dinding semakin menipis dan hampir lenyap akibat peristiwa vulkanik berupa letusan dan gempa. Sekitar 300 meter di sebelah barat Tiwu Nua Muri terletak Tiwu Ata Mbupu. Masyarakat sekitar percaya bahwa Danau Kelimutu adalah tempat semayam arwah para leluhur. Setelah meninggal, arwah mereka pindah dari kampung ke puncak Kelimutu untuk selamanya. Kawah mana yang akan ditempati tergantung usia dan amal perbuatannya semasa hidup.Sebelum masuk ke salah satu danau, menurut kepercayaan, para arwah terlebih dahulu menghadap Konde Ratu. Dialah penjaga gerbang Perikonde, yang diyakini sebagai pintu masuk arwah menuju Danau Kelimutu. Di sini setiap pengunjung diperkenankan memberikan kepingan uang logam, sirih pinang, atau rokok sebagai persembahan kepada Konde Ratu.

Bagi para wisatawan yang tidak suka pada urusan klenik, ‘keajaiban’ tiga kawah Kelimutu tetap punya daya tarik. Warna air di ketiga kawah itu terus berubah. Kawah Tiwu Ata Mbupu yang pada 1915 berwarna merah darah, kini berwarna hitam kecokelatan. Begitu pula Tiwu Nua Muri. Kawah aktif dengan kedalaman 127 meter ini terus berubah warna dari hijau zamrud menjadi putih, biru, dan akhirnya hijau muda. Sedangkan Tiwu Ata Polo dari putih, hijau, biru, merah, dan kini cokelat kehitaman.
Menurut sejumlah peneliti, perubahan warna di kawah itu bisa jadi akibat pembiasan cahaya matahari dan pantulan warna dinding kawah, biota air, pantulan dasar danau, serta perubahan zat kimia yang terlarut di kawah

Sayang, keindahan itu tak bisa dinikmati lama-lama. Sekitar pukul 09.00 waktu setempat, kabut sudah menyelimuti permukaan kawah. Karena itu, para wisatawan harus berangkat dari Ende ketika hari masih gelap agar setelah dua jam perjalanan mobil, mereka bisa mencapai danau ketika matahari terbit.

Pilihan lain adalah menginap semalam di Kampung Moni, 12 kilometer dari Kelimutu. Penginapan yg disediakan oleh pemerintah daerah ini berupa cottage yg cukup representatif digunakan sebagai tempat menginap untuk sementara. Dari penginapan Cika bisa melihat keindahan pesona alam yg masih sangat alami dan dibalut dengan kesejukan hawa pegunungan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s