Satwa Langka

Posted: December 8, 2011 in All News, Animal

Satwa langka (blog.foreignpolicy.com)

Anti Perdagangan Satwa Liar, Satuan Polisi Reaksi Cepat Kehutanan dan Satuan Sumber Daya Lingkungan Unit III Polda Metro Jaya menangkap seorang pedagang satwa langka.

Tersangka adalah Wrd. Ia tertangkap basah tengah mengeringkan kulit seekor Harimau Sumatera yang telah mati, di rumah produksinya di Jagakarsa, Jakarta Selatan pada pekan lalu pada Jumat 7 Agustus 2009.

Pramudya Harsani, anggota Forum Anti Perdagangan Satwa Liar, mengatakan, perdagangan satwa langka yang dikeringkan ini sudah terdeteksi sejak 29 Juli 2009 lalu. Namun, saat itu petugas belum memiliki bukti kuat tentang perdagangan ilegal tersebut.

Dari rumah produksi tersangka, polisi menyita sejumlah barang bukti berupa dua kulit harimau utuh, enam awetan kering cenderawasih, satu elang brontok, dua kulit kucing hutan, 12 awetan kepala rusa, satu surili, lima tengkorak rusa, satu tanduk rusa, satu kepala beruang, satu kulit rusa sambar, dan satu rusa utuh.

Sekadar catatan, nilai satu lembar kulit harimau mencapai belasan juta rupiah dalam kondisi masih berbentuk kulit utuh, dan mencapai puluhan juta rupiah ketika dalam bentuk awetan kering.

Tersangka diduga mendapatkan satwa dilindungi tersebut dari kebun binatang di Jawa dan Sumatera. Satwa yang mati di kebun binatang diduga dikirimkan ke tersangka untuk diawetkan dan dijual kepada kolektor. Para kolektor berasal dari Jakarta, Bogor, Surabaya, dan Bandung. Di level internasional, mereka mempunyai koneksi ke Malaysia, Cina, Taiwan, Jepang, Thailand, Singapura dan Brunei.

Kasat Sumdaling, Ajun Komisaris Besar Eko Saputro, mengatakan, hingga kini hanya Wrd yang ditetapkan sebagai tersangka. Sedangkan dua anak buahnya yaitu Swl dan Als
masih berstatus sebagai saksi.

Tersangka dijerat dengan UU no 5 tahun 1990 tentang konservasi sumber daya alam hayati dan ekosistem khususnya pasal 21 yang menyebutkan larangan memiliki, menyimpan, dan memperjualbelikan satwa dilindungi yang masih hidup maupun sudah mati. Ancaman hukuman mencapai lima tahun penjara dengan denda sebesar Rp 100 juta.

Comments
  1. agustin says:

    apa bedanya,,kamu sama monyet……..?
    😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s